Sama seperti manusia, atom-atom yang ada di
alam tidak bisa jika mengandalkan hidup secara masing-masing, terkadang mereka
juga perlu bergabung dan berikatan dengan atom lain untuk membentuk suatu unsur
atau senyawa. Atas dasar itu, maka pada postingan kali ini saya akan membahas
mengenai Ikatan dan Unsur dalam kimia.
1. Pengertian Ikatan Kimia
Setelah mengetahui bahwa atom-atom dapat
berikat dan tidak selalu individual, yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa
sih atom-atom tersebut perlu mengikat satu sama lain atau antar atom? Nah hal
ini terjadi karena atom-atom tersebut memiliki tujuan untuk mencapai
kesetimbangan seperti pada atom-atom yang berada pada golongan gas mulia (He,
Ne, Ar, Kr, Xe, Rn). Gas mulia dikatakan stabil karena memenuhi kaidah octet
dan duplet. Aturan Oktet adalah kecenderungan unsur-unsur untuk
menjadikan konfigurasi elektronnnya sama seperti gas mulia. Unsur gas mulia
(Gol VIIIA) mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet,
hanya unsur Helium). (Ruslan & Mariati, 2014)
Terdapat 3 jenis ikatan kimia berdasarkan cara
atom mencapai kesetimbangan atau memenuhi kaidah octet dan duplet, yakni ikatan
ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam.
a. Ikatan Ion
Singkatnya, suatu ikatan yang terjadi karena
ada aktivitas penukaran electron didalamnya maka itu termasuk kedalam ikatan
ion. Ikatan ion dapat terjadi anatara unsur logam (gol. IA – IIIA kecuali H,
Be, B, dan golongan B) dan non logam (golongan VI A dan VII A). Pada ikatan
Ion, apabila atom melepas electron, maka pada persamaan reaksinya akan tersemat
ion positif pada atom tersebut yang jumlahnya sesuai dengan jumlah electron
yang dilepasnya. Sedangkan pada atom yang menerima electron, maka pada
persamaan reaksinya akan tersemat ion negative pada atom tersebut yang
jumlahnya sesuai dengan jumlah electron yang diterimanya.
Contoh sederhananya adalah ikatan antara atom
Na11 dan Cl17 yang membentuk senyawa NaCl pada gambar
berikut :
Penjelasannya sebagai berikut :
Langkah awal mengetahui bahwa didalam suatu
senyawa terjadi ikatan ion adalah dengan melihat dua atom yang terlibat berasal
dari golongan apa, jika memenuhi syarat ikatan ion (atom yang berikat adalah
atom logam dan non logam) setelah itu kita konfigurasikan.
C11 = 2 8 1 (perlu melepas satu
electron untuk mencapai kesetimbangan)
Na17 = 2 8 7 (perlu menerima satu
electron untuk mencapai kesetimbangan)
Sehingga bentuk persamaan reaksinya adalah :
Na+ + Cl- -> NaCl
Sifat yang ditimbulkan oleh ikatan ion ialah :
1. Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2. Keras tapi mudah patah
3. Konduktor listrik (pada fase larutan dan
lelehan)
4. Konduktor kalor
5. Larut dalam air, tetapi tidak larut dalam
senyawa organic
b. Ikatan Kovalen
Suatu unsur dapat dikatakan mengalami ikatan
kovalen ketika atom pembentuknya mengalami pemasangan dan pemakaian electron Bersama.
Syarat terjadi ikatan ini adalah harus berasal dari unsur nonlogam dan unsur
nonlogam.
·
Ikatan
kovalen terbagi menjadi empat jenis
apabila kita lihat dari struktur lewis dan jumlah electron yang dipakai secara
bersamaan, yakni :
1. Kovalen tunggal, jumlah electron yang dipakai secara
bersamaan untuk mencapai titik kesetimbangan adalah satu electron.
2. Kovalen rangkap dua, jumlah electron yang dipakai secara
bersamaan untuk mencapai kesetimbangan adalah dua electron
3. Kovalen rangkap tiga, jumlah electron yang dipakai secara
bersamaan untuk mencapai kesetimbangan adalah tiga electron
4. Kovalen koordinasi, ikatan ini mirip dengan ikatan ion.
Sebenarnya salah satu atom yang berikatan sudah mencapai octet, namun masih
kelebihan atom. Nah, dari kelebihan inilah atom berikat lagi dengan atom
lainnya untuk membentuk suatu senyawa.
·
Sedangkan jika
dilihat dari kepolarannya, ikatan kovalen dibagi menjadi dua, yakni :
1. Ikatan kovalen polar, ikatan kovalen yang cenderung PEI nya tertarik ke salah satu
atom yang berikatan. Kepolaran suartu ikatan kovalen ditentukan oleh
keelektronegatifan suatu unsur. Senyawa ini biasanya terjadi antara atom-atom
yang unsur keelektronegatifannya besar, membentuk molekul asimetris, dan
mempunyai momen dipol [μ = hasil kali jumlah muatan (q) dengan jaraknya
(r)] ≠ 0.
2. Ikatan kovalen
non polar, Ikatan kovalen
non polar terjadi jika pasangan elektron yang dipakai bersama, sama kuat ke
semua atom yang berikatan. Ikatan ini terjadi dengan syarat dua atom yang
berikatan mempunyai keelektronegativitas yang sama.
Sifat dari ikatan kovalen adalah :
1.
Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal
H2, O2, N2, Cl2, CO2), cair (misalnya: H2O dan HCl), ataupun berupa padatan.
2.
Titik didih dan titik lelehnya rendah,
karena gaya tarik-menarik antarmolekulnya lemah meskipun ikatan antaratomnya
kuat.
3.
Larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa
di antaranya dapat berinteraksi dengan pelarut polar.
4.
Larutannya dalam air ada yang menghantar
arus listrik (misal HCl) tetapi sebagian besar tidak dapat menghantarkan arus
listrik, baik padatan, leburan, atau larutannya.
c. Ikatan Logam
Ikatan logam
adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama electron elektron
valensi antara atom-atom logam. Contoh: logam besi, seng, dan perak (Bitar, 2019) . Sama seperti ikatan
lainnya, ikatan logam sendiri memiliki sifat tersendiri, yakni :
1. Atom-atom logam bisa diibaratkan seperti bola pingpong yang
terjejal rapat satu sama lain.
2. Atom logam memiliki sedikit elektron valensi, sehingga sangat
mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif.
3. Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat
banyak tempat kosong) sehingga elektron bisa berpindah dari 1 atom ke atom
lain.
4. Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron
valensi logam mengalami suatu delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron
valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa
berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.
5. Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron
yang menyelimuti ion-ion positif logam
Pada ikatan logam terjadi proses saling meminjamkan
elektron, hanya saja jumlah atom yang bersama-sama saling meminjamkan elektron
valensinya (elektron yang berada pada kulit terluar) ini tidak hanya antara dua
melainkan beberapa atom tetapi dalam jumlah yang tidak terbatas. Setiap atom
menyerahkan elektron valensi untuk dipakai bersama, dengan demikian akan ada
ikatan tarik menarik antara atom-atom yang saling berdekatan.
References
Bitar. (2019). Ikatan Logam : Pengertian, Ciri,
Sifat, Dan Proses Pembentukan Serta Contohnya Lengkap.
Ruslan, & Mariati. (2014). EFEKTIFITAS METODE
RESITASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI IKATAN KIMIA
DI KELAS X SMA N 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR. Baitussalam: Serambi
Akademica.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar