Didunia ini terdapat berbagai jenis materi. Ada yang berbentuk padat, cair, bahkan ada yang tak berwujud namun bisa dirasakan, seperti udara dan gas. Pernahkah kamu berpikir bagaimana semuanya terbentuk? Mengapa wujud dan karakteristiknya dapat berbeda?
Seluruh
materi yang ada di dunia, tersusun dari satuan terkecil yang disebut Atom. Nah, di blog ini saya akan
menuangkan dan membagikan kepada teman-teman pemahaman serta ilmu yang saya
dapat pada perkuliahan saya mengenai atom.
A. Pengertian Atom
Atom merupakan sebuah kalimat yang berasal dari Bahasa Yunani, yakni ATOMOS yang berarti tidak dapat dibagi lagi. Atom sendiri merupakan satuan terkecil penyusun seluruh materi. Iya gengs, seluruh materi di jagat raya ini disusun oleh atom. Tetapi atom memiliki jenis yang beragam sehingga setiap materi memiliki ciri khas dan sifatnya masing-masing.
B. Sejarah Atom
Atom yang sempurna ditemukan dengan proses Panjang dan waktu yang cukup lama. Disetiap pengembangannya tentu tidak bisa diabaikan. Saya katakan tidak bisa diabaikan karena setelah saya mempelajarinya, saya menangkap satu hal; yakni walaupun atom itu dikembangkan oleh orang yang berbeda, tetapi masing-masing pendapat para penemu itu memiliki keterkaitan. Nah, mari kita bahas satu persatu.
1. Democritus
Atom yang sempurna ditemukan dengan proses Panjang dan waktu yang cukup lama. Disetiap pengembangannya tentu tidak bisa diabaikan. Saya katakan tidak bisa diabaikan karena setelah saya mempelajarinya, saya menangkap satu hal; yakni walaupun atom itu dikembangkan oleh orang yang berbeda, tetapi masing-masing pendapat para penemu itu memiliki keterkaitan. Nah, mari kita bahas satu persatu.
1. Democritus
Democritus adalah seorang ilmuwan yang lahir di kota Abdera, Yunani Utara. ia hidup sekitar 460-370 SM. Ia merupakan seorang filsof Yunani. Democritus memiliki pemikiran bahwa ketika sebuah benda dibelah menjadi suatu unit yang terkecil, maka benda itu akan memiliki akhir. unit terkecil yang menjadi penyusun sebuah materi disebutnya dengan Atom. Democritus menggambarkan atom sebagai suatu partikel kecil, keras, dan memiliki berbagai bentuk dan ukuran.
Sebagai seorang filsof, ia tidak menggambarkan atom melalui penelitian. melaikan melalui analogi. atom dianalogikan oleh Democrtius sebagai butiran pasir dipantai, sedangkan pantai digambarkannya sebagai materi yang terlihat solid dan padu. Teori Democritus ini bertahan hingga 2000 tahun lamanya.
Sebagai seorang filsof, ia tidak menggambarkan atom melalui penelitian. melaikan melalui analogi. atom dianalogikan oleh Democrtius sebagai butiran pasir dipantai, sedangkan pantai digambarkannya sebagai materi yang terlihat solid dan padu. Teori Democritus ini bertahan hingga 2000 tahun lamanya.
Pada tahun 1803,
John Dalton merumuskan teori atom baru untuk menjelaskan reaksi kimia,
didasarkan pada konsep bahwa setiap unsur terdiri dari ciri unik tersendiri
dari atom yang tak dapat dibagi lagi (The Museum of Science and Industry in
Manchester, 2001). Semasa hidupnya, Dalton lebih condong mengamati gas. Untuk
perumusan teori atom oleh Dalton sendiri, terjadi saat ia melakukan penelitian
mengenai tekanan gas pasial. Pada tahun yang sama pula, Dalton mulai menulis
dan mendaftarkan simbol-simbol atomnya.
Lima tahun kemudian, yakni pada
tahun 1808, Dalton menulis sebuah buku yang bertajuk “New System of Chemical
Philosophy” yang berisi tentang gagasannya mengenai atom. Kurang lebihnya
sebagai berikut :
a.
Setiap material tersusun oleh atom, dan atom
adalah unit terkecil dari suatu material
b.
Antar atom saling terikat dan tarik menarik
c.
Atom memiliki bentuk tertentu dan tidak bisa
dibagi-bagi lagi karena merupakan unit terkecil dan tidak dapat pula
dihancurkan
d.
Dalam suatu unsur, atom memiliki jenis dan
bentuk yang sama
e.
Unsur sejenis memiliki sifat yang sama sedangkan
unsur tak sejenis akan berbeda.
Namun
sayang, teori atom krusial Dalton tidak mampu menjawab mengapa suatu larutan
dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat
menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti
ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.
Kelemahan dari teori atom Dalton membuat
Thomson melakukan sebuah penelitian. Penelitian ini dimulai J.J Thomson pada
tahun 1987. Pada saat itu, ia dan timnya melakukan penelitian dengan tabung sinar katoda. Pada saat melakukan
penelitian, J.J Thomson melihat ketika arus listrik memasuki tabung, ada cahaya
berkilau yang bergerak berlawanan arah dengan plat positif. Dari kegiatan ini, Thomson
menyimpulkan bahwa ada zat negative didalam atom. Dan dari kejadian itu, Thomsonlah
yang menemukan bahwa electron terdapat didalam atom. Jika kita analogikan, atom
Thomson ini seperti roti kismis. Dimana kismis yang tersebar didalam atom adalah
electron.
Setelah penemuan electron oleh Dalton, timbulah
banyak pertanyaan dibenak para peneliti. Atom adalah suatu unit yang bermuatan
netral, jika hanya terdapat electron didalamnya, tentu atom tidak bisa
dikatakan sebagai suatu yang netral. Maka dari itu, seorang ilmuan yang bernama
Goldstein melakukan penelitian dan mulai menemukan kejanggalan dalam percobaan
Thomson. Ternyata, tidak seluruh cahaya membalik dari plat positif. Ada juga
cahaya yang dapat diteruskan oleh plat positif. Itulah pertanda, bahwa ada partikel
positif atau proton didalam atom. Akhirnya, pertanyaan mengenai keseimbangan
teori atom Thomson dilengkapi oleh Goldstein.
Rutherford mengemukakan teori atomnya
dengan melakukan sebuah percobaan penembakan sinar alpha pada lempeng tipis. Setelah
melakukan percobaan, ternyata sinar tersebut ada yang dibelokkan, merambat
lurus, dan ada juga yang dipantulkan. Dari sini, Rutherford berpendapat
bahwasannya didalam atom tak hanya ada partikel electron dan proton saja. Namun
ada juga inti dari atom serta electron pasti memiliki lintasan. Lebih gampangnya,
kita dapat membayangkan atom seperti tata surya di teori ini.
Kelemahan dari Rutherford tidak dapat
menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori
fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga
lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan
mendekati inti dan jatuh ke dalam inti (Materi,
P., Cahyana, U., & Si, M. STRUKTUR ATOM.)
Niels Bohr berusaha melengkapi kekurangan teori
atom Rutherford. ia mengamati spektrum warna pada hidrogen. Spektrum warna
hydrogen berbentuk garis. Dari sini, Bohr
menyimpulkan bahwa inti atom mengandung proton dan kulit-kulit atom digambarkan
sebagai lintasan electron atau bisa disebut orbit. Keberadaan elektron baik di orbit yang rendah maupun yang
tinggi sepenuhnya tergantung oleh tingkatan energi elektron. Sehingga elektron
di orbit yang rendah akan memiliki energi yang lebih kecil daripada elektron di
orbit yang lebih tinggi. Elektron juga dapat berpindah dari kulit sat
uke kulit yang lain menurut teorinya. Namun, kelemahan dari teori Bohr adalah
ia tidak bisa menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack.
1.
Model Atom Modern
(Mekanika Kuantum)
Dasar dari teori
ini adalah dualism sifat electron, yaitu sebagai gelombang dan sebagai partikel.
Pengemuka teori ini adalah de Broglie, Heisenberg, dan Erwin Schodinger.
a.
Menurut de
Broglie
Louis de Broglie meneliti keberadaan gelombang
melalui eksperimen difraksi berkas elektron. Dari hasil penelitiannya inilah
diusulkan “materi mempunyai sifat gelombang di samping partikel”, yang dikenal
dengan prinsip dualitas. (Modul, N.,
& XI, K. TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM DAN SISTEM PERIODIK.)
b.
Menurut
Heinsenberg
Werner Heinsenberg merupakan seorang ahli dari
jerman yang mengembangkan teori mekanika kuantum. Heinsenberg mengatakan bahwasannya
Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara
seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian
menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom.
c.
Erwin Schodinger
Erwin Schodinger merumuskan bentuk dan tingkat
energi orbital. Ia juga memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi
gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam
tiga dimensi.
Dari keseluruhan atom yang telah dikemukakan, inilah
gambaran atom dari Dalton hingga mekanika kuantum :
Farida, I. (2009). Analisis Sejarah Perkembangan Model Atom Berdasarkan Paradigma Kuhn.
Modul, N., & XI, K. TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM DAN SISTEM PERIODIK.
BOHR, T. A. TEORI ATOM BOHR.







keren banget
BalasHapusmantap pak eko
BalasHapusmantap neng
BalasHapus